teguhan.desa.id - Kepala Dusun (Kasun) Sulursewu tutup usia pada Jumat (02/12/2022) di Rumah Sakit Islam Attin Husada Ngawi setelah menjalani perawatan sejak Kamis (01/12/2022). Sambutan akrabnya Mbah Wo Sugi, diketahui telah menderita sakit komplikasi cukup lama dan bahkan sudah tidak aktif lagi melaksakan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai Kepala Dusun Sulursewu sekitar 2 tahun terakhir sejak wabah Covid-19 melanda negeri ini. Sehingga sebagian tugasnya dialihkan pada Pembantu Kasun Sulursewu.
Sugiono lahir di Ngawi 7 Agustus 1964 meninggal dunia pada usia 58 tahun dan seharusnya akan purna tugas pada 7 Agustus 2024. Almarhum menjadi Perangkat Desa Teguhan sebagai Kasun Sulursewu mulai bekerja pada 16 Agustus 2001 melalui pemilihan umum warga dusun setempat.
Saat mengunjungi rumah duka, Perwakilan Perangkat Desa beserta Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Paron turut menyampaikan duka yang mendalam. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Sugiono. Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, semoga Almarhum diampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, dan meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” ucap Danang Prasetyo Wibowo Ketua PPDI Kecamatan Paron.
Sri Mulyani istri Almarhum Mbah Wo Sugi turut menceritakan kronologi saat Almarhum dirawat di rumah sakit hingga meninggal dalam perwatan di ruang Intensive Care Unit (ICU). “Bapak sakit cukup lama, tetapi hanya berobat rawat jalan. Almarhum baru dua kali menjalani rawat inap, sebelumnya sempat rawat inap 3 bulan yang lalu. Kemarin Almarhum mengatakan sedang tidak sehat, mengeluhkan sesak, badan menggigil, kemudian minta diantar ke rumah sakit,” kata Sri Mulyani.
Ketua PPDI berpesan kepada Perangkat Desa Teguhan supaya ikut membantu ahli waris almarhum dalam mengurus santunan kematian dan beasiswa bagi anak Almarhum yang masih kuliah.