teguhan.desa.id - Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 48 melaksanakan program kerja Branding dan Digitalisasi UMKM di Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha melalui penguatan identitas merek dan pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan diawali dengan observasi untuk mengidentifikasi kebutuhan UMKM di Desa Teguhan. Hasil observasi menetapkan empat UMKM sebagai peserta pendampingan pembuatan QRIS dan tiga UMKM sebagai peserta pendampingan branding usaha.
(Pendampingan Pembuatan QRIS)
Pendampingan pembuatan QRIS dilaksanakan oleh Hanaya Ivana Natasha. Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM didampingi mulai dari proses pendaftaran, penggunaan QRIS dalam transaksi, hingga mekanisme pencairan dana. Melalui program tersebut, empat UMKM berhasil menerapkan sistem pembayaran digital guna memudahkan transaksi non-tunai.
Sementara itu, pendampingan branding dilaksanakan oleh Alif Davanta dan Fanny Astreagi. UMKM pertama yang didampingi adalah Lilik Sangjo, usaha dengan produk unggulan Es Pisang Ijo. Tim mahasiswa membantu pembuatan logo, buku menu, banner, foto produk, serta berbagai konten promosi digital. Pendampingan kedua diberikan kepada Dapur Bunda, usaha rumah makan, melalui pembuatan poster promosi, konten ulasan makanan, konten lokasi, dan konten yang menampilkan suasana tempat usaha. Pendampingan ketiga diberikan kepada Aneka Jajanan Aca Ndut dengan pembuatan poster promosi dan logo usaha.
“Menurut saya, branding itu penting karena kita juga harus mengikuti perkembangan zaman. Kalau ada kesempatan untuk mendapatkan pendampingan secara langsung seperti ini, tentu saya mau dan merasa terbantu. Apalagi kalau ada kesempatan supaya usaha saya bisa lebih dikenal oleh masyarakat, ya saya coba saja,” ujar Ibu Lilik, pelaku UMKM Lilik Sangjo.
Sebagai penutup, Kelompok 48 mengadakan sosialisasi mengenai Branding dan Digitalisasi pada Minggu (26/7/2026). Materi pertama oleh Hanaya Ivana Natasha membahas pentingnya pemilihan kemasan sebagai bagian dari strategi branding yang mampu meningkatkan daya tarik produk. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil pendampingan branding oleh Alif Davanta dan Fanny Astreagi, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas merek dalam mengembangkan usaha.
Melalui program ini, Kelompok 48 MMD Universitas Brawijaya berharap UMKM di Desa Teguhan semakin siap memanfaatkan teknologi digital, menerapkan strategi branding, dan berjalannya SDGs 8 (Ekonomi Desa Merata) yang efektif sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha.